Posts Tagged kunci sukses kebun emas

Ayo Berkebun Emas (Bagian II)

Konsep berkebunemas adalah menggabungkan antara beli dan layanan gadai emas. Ilustrasi nya begini. Sebutlah seseorang memiliki uang tabungan Rp 12 juta ia belikan 25gram emas batangan yang bersertifikat sisanya yang Rp 3 juta pegang dulu. Emas 25 gram itu kemudian bawa ke bank untuk digadaikan. Misalnya, yang sekarang melayani gadai emas adalah Bank Syariah. Bank menerima gadai emas itu dengan pinjaman 66% dari harga emas, sehingga ia mendapatkan uang cash sebesar Rp 6juta. Uang yang Rp 6 juta itu ditambahkan dengan Rp 3 juta tadi dibelikan 25 gram emas lagi. Emas ini jangan dulu di gadaikan. Sampai pada satu ketika punya uang Rp 3 juta lagi, emas tersebut digadaikan lagi. Begitu seterusnya sampai jumlah emas batangannya menumpuk.

Yang harus diperhatikan, emas 25 gram yang terakhir harus dipegang sebagai kunci untuk mencairkan emas-emas yang ada di bank. Maksudnya dengan emas yang dipegang si investor bisa mendapatkan uang cash untuk menebus satu batang emas 25 gram yang pertama. Dan begitu selanjutnya sehingga jumlah emas yang di butuhkan bisa dicairkan.

Sejauh ini, kata Rully, harga emas cenderung naik sehingga ketika emas-emas itu dicairkan harganya lebih tinggi dibanding saat membelinya. Memang tak ada jaminan harga emas akan naik terus. Tetapi jika harga emas itu sedang turun, tak perlu menjualnya karena pasti akan rugi. “Itulah kenapa saya sarankan agar uang untuk investasi dengan pola Kebun Emas harus merupakan uang lebih biar tidak ada keharusan untuk mencairkannya saat harganya turun,” katanya. Namun sejauh yang ia tahu harga emas mengalami kenaikan sekitar 20-25% setiap tahunnya.

Dari pengalamannya menggunakan metode ini sejak tahun 2007, ia sudah mendapatkan keuntungan. Ia yang pada saat itu manajer TI sebuah perusahaan swasta di Jakarta memulainya dengan 25 gram emas yang kemudian di gadaikannya ke Bank Jabar Banten Syariah. Setelah melakukan beli-gadai-beli-gadai akhirnya ia bisa mengumpulkan sekitar 2.7kg emas. Pada tahun lalu, ia membutuhkan uang tunai untuk keperluan keluarga. Pada saat itulah ia memanen emasnya. Sebanyak 2 kg emas ia panen. Dari hasil panenan itu ia bisa membeli tanah 2.000 m2, beli saham-saham unggulan di bursa, dan sisanya untuk keperluan lain.

“Dalam konsep investasi saya, property tetap merupakan investasi utama karena margin keuntungannya paling tinggi dari investasi lainnya. Emas merupakan investasi kedua terutama karena likuidasinya yang mudah. Yang ketiga investasi di saham,” paparnya.

Menjual E-Book

Menurut Rully, jika ia ingin menggunakan pola Kebun Emas sebaiknya berinvestasi menggunakan emas 24 karat. Hal ini karena emas tersebut terjamin ke absahannya dan memiliki sertifikat. Sedangkan pilihan bank yang menerima jasa gadai bisa memilih dari beberapa bank Syariah yang jumlahnya makin banyak. Selain itu, jangka investasinya setidaknya 2 tahun.

Yang harus di perhatikan, ilustrasi tadi belum termasuk biaya administrasi dan biaya gadai dari bank gadainya. Masing-masing bank punya kebijakan besaran biaya administrasi dan biaya gadai masing-masing. Karena itu sebelum menggadaikan emas harus membandingkan biaya bank mana yang lebih kompetitif.

Menurut Rully, sekarang sudah banyak bank yang menawarkan jasa gadai emas. Bahkan ada juga bank yang menawarkan batangan emas sekaligus dan gadainya sekalian. Investor bisa membeli emas di bank itu dan secara langsung menggadaikannya. Kunci sukses lainnya, si investor harus rajin-rajin memperpanjang biaya gadainya agar emasnya tak sampai di lelang bank.

Untuk memberi pelajaran ini Rully menjual E-Book yang ia tawarkan di website Kebun Emas (www.kebunemas.com ). Sampai saat ini E-Book-nya sudah terjual sekitar 5.600an padahal harganya lumayan tinggi Rp 250.000. Jika setiap pembeli E-Book Rully benar-benar mengikuti caranya maka pengikut Rully atau peserta Kebun Emas sebanyak 5.600-an juga. Anda tertarik ?

Kembali ke tulisan Bagian I

Comments (1)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.